Kamis, 27 Desember 2012

Sape'i


Seperti biasa, selalu berusaha menyempatkan diri meluangkan waktu untuk mengunjungi KKSSSS (kost-kosan sangat sangat sederhana sekali) kira2 5 Km dari rumahku, tempat itu dihuni oleh para perantau dari daerah Jatim yang notabene berprofesi sebagai tukang gali, tukang beton dan yg lainnya( Rough laborers ). Tempat tsb sebelumnya adalah kebun kosong milik mertuaku yang dibangun petak2 kecil ukuran 3X3 M² terbuat dari batako  tanpa plester dan bilik bambu berlantai semen dan beratap seng sebanyak 7 petak yg dihuni oleh 7 keluarga ( Sengaja dibuat untuk menampung perantau yang memang berpenghasilan minim ). Mereka menempati tanpa dipungut  biaya sewa, hanya biaya listrik yg mereka bayar secara urunan setiap bulannya.
Sesampainya disana, seperti biasa AƘυ disambut gembira oleh semua penghuni, padahal AƘυ hanya ( Seperti Biasanya ) membawakan Beberapa Kg Beras yang memang aku beli dari dana sumbangan teman dan relasi, untuk diberikan kepada semua penghuni. Tapi ada yang lain dari biasanya, AƘυ lihat salah satu penghuni bernama Sape'i ( seorang tukang gali septic tank berusia sekitar 25thn yang sudah berkeluarga dan memiliki 1 org anak balita, istrinya bernama Nani bekerja sebagai buruh cuci & setrika ) dia duduk di atas batu dibawah pohon sukun dengan tatapan seperti melamun, kulihat istrinya duduk di pintu kamarnya sambil memangku anaknya, akhirnya AƘυ hampiri dia ( Sape'I ) kemudian AƘυ tanya, kenapa dia melamun, dia menjawab dgn lirih dan menunduk, AƘυ lihat matanya berkaca-kaca, kemudian dia memandangku dan bercerita bahwa semalam dia mendapat kabar dari pemulung yang merupakan tetangga di kampung halamannya, pemulung tsb mendapat tlp dari kampung yg memberitahukan bahwa Bapaknya ( ortu Sape'I ) meninggal dunia. Tapi Dia tdk bisa berbuat apa2, jangankan untuk pulang kampung menghadiri pemakaman Bapaknya, untuk kebutuhan sehari-hari saja dia msh harus nge-bon di warung depan karena memang pebdapatannya dibawah standar. Duh..... Miris AƘυ mendengarnya, bila keadaan seperti itu siapa yang perduli untuk membantu ? Yayasan sosial ? hmmmm terlalu banyak memilih persoalan dan calon penerima bantuan, aparat desa ? mana sempat mereka mengurusi yang seperti ini ? padahal sebenarnya, itulah kejadian nyata yang sering terjadi di sekeliling kita. Mudah-mudahan Blog ini suatu saat ada yang membaca, sehingga bisa tergerak hatinya untuk mulai membuka mata, hati dan telinga disekeliling kita, mari ulurkan tangan untuk mereka yang membutuhkan, tanpa perlu harus di blow up selayaknya acara " Charity Artis " yang selama ini kita lihat di Televisi.
At least Sape'i beserta anak dan istrinya akhirnya bisa pulang kampung ( berkat bantuan teman dan relasi yang memang selalu siap sedia untuk diajak bersedekah ) sekalpun sudah tidak bisa menghadiri pemakaman Bapaknya, tetapi maksimal dia bisa menaburkan bunga di tanah kuburan Bapaknya tercinta.
Wahai saudaraku....Roda pasti berputar, tidak mungkin Kamu akan terus dibawah, kelak bila bisa merasakan hidup di "atas" jangan lupa akan sesama di sekelilingmu. Sedikit sedekah dari kita, merupakan perpanjangan hidup bagi mereka.











Beginilah Kondisi KKSSSS

Sabtu, 22 Desember 2012

IBU


Hari ini adalah hari ibu yang dirayakan oleh semua orang di dunia. Betapa besar arti seorang Ibu, betapa hebat Beliau, pernahkah kita membuat Ibu kita Bangga ? pernahkah kita menyenangkan Ibu kita ? atau mungkin  pernahkan kita membuat Beliau meneteskan air mata ? Tahukan kita dengan perasaan Beliau, Mengertikah kita dengan keinginan Beliau ? semua pertanyaan itu pernah ada dalam benak kita, dan jawabannya pun hanya dua Ya atau Tidak. Semua itu bisa dirasakan dengan jelas oleh semua wanita di dunia ini, karena  wanita akan mendapat gelar IBU. Begitu banyak kata yang bisa menggambarkan seorang Ibu. Yang Pasti IBU adalah segalanya bagi kita, sebelum atau sesudah kita menyandang Predikat yang sama.

Dari sekian banyaknya anak yang begitu menyayangi dan menghormati Ibunya, tidak sedikit pula yang lupa akan jasa Ibunya, lihat di panti jompo, begitu banyak penghuninya yang malah tidak pernah di tengok lagi oleh anak-anaknya, lihat di jalanan, begitu banyak Ibu - ibu berusia renta yang masih harus berjuang untuk hidup. Kemana anak - anaknya sudah mereka rawat sejak masih di dalam kandungan ? Sadarkah Kita sebagai anak - anaknya bahwa kita dibesarkan Ibu kita untuk menjadi penjaga Mereka kelak bila telah renta ? sungguh ironis tapi inilah dunia, dunia seorang Ibu. 





Sudahkah Kita memberikan yang terbaik buat Ibu Kita ???