Sabtu, 05 Januari 2013

Terpaksa


Tadi Pagi ketika aku akan mengunjungi KKSSSS, aku melihat orang berkerumun, aku sempat menepikan mobilku untuk melihat ada apakah gerangan. Ternyata ada seorang anak laki-laki kira kira berumur 13 tahun dengan kondisi basah kuyup dan berlumpur, disebelahnya kulihat sebuah nampan berisi buah-buahan potong yang sudah berantakan. Anak itu menangis ketika beberapa orang pemuda menendangnya, akhirnya Aku berusaha menghalangi orang tsb agar berhenti menendangnya, dan Aku bertanya apa yang terjadi, ternyata anak tsb mencuri Daun pisang disalah satu kebun milik orang tsb. Akhirnya Aku memohon agar anak kecil tsb dibebaskan saja, dan Aku bersedia memberikan kompensasi atas apa yang sudah dilakukan anak itu, akhirnya si pemilik kebun bersedia dan meminta uang 10rb ( Masyaallah....) sebagai kompensasinya dan juga melarang anak itu untuk kembali datang ke wilayah ini. Syukurlah akhirnya anak itu bisa kuselamatkan, Aku mengajaknya masuk kedalam mobilku dan beranjak dari tempat tersebut. Aku antarkan dia ketempat tinggalnya kira-kira 7 km dari tempat tadi. Lokasinya agak sedikit sulit, karena memang termasuk daerah padat penduduk yang mayoritas pendatang dari Jawa. Sehingga tempat tinggalnya-pun hanyalah bedeng-bedeng terbuat dari seng bekas dan triplek tambal sulam. Sayangnya anak itu tidak bersedia Aku antar sampai rumahnya, alasannya biar nanti tidak banyak ditanya oleh Ibunya, Akhirnya aku hanya bisa memberikan nasihat dan sedikit rejeki untuknya.

Dari percakapan yang sempat aku lakukan selama di perjalanan, Aku mengurut dadaku, kenapa hal ini harus terjadi ? seorang anak kecil pedagang buah potong keliling yang sudah tidak memilik Ayah ini harus melakukan perbuatan yang "terpaksa" dia lakukan demi untuk menyenangkan hati Ibunya yang memintanya membeli Daun pisang bila jualannya habis. Dikarenakan Jualan yang tidak habis, anak tsb teringat akan pesan ibunya sehingga terjadilah kejadian itu. Diluar kesalahan yang dibuat anak tsb, coba deh kita renungkan lagi, betapa zaman sudah semakin mengerikan. hanya karena daun pisang, seseorang harus babak belur, sementara para KORUPTOR, yang jelas-jelas sudah menghisap darah rakyat, justru hanya mendapatkan hukuman ringan. Mau dibawa kemana Republik ini ???? Tidak mungkin anak itu melakukan tindakan bodoh bila keadaan ekonominya tidaklah dibawah garis kemiskinan. Hukum rimba justru berlaku untuk orang orang kecil saja, andai saja para Koruptor bisa dibuang kejalanan setelah menjadi tersangka-pun belum tentu akan mendapatkan hukum rimba yang sama. 
Sungguh tidak adil...............
Tidak sempet foto



Kamis, 03 Januari 2013

Ananda Ina

Awal Tahun 2013 diawali dengan mengunjungi ananda Ina, seorang anak perempuan berusia 2 tahun dengan berat badan 8 kg, dia menderita gizi buruk. kedua orang tuanya hanyalah pekerja serabutan dari rumah ke rumah, terkadang disuruh membetulkan genteng, pintu dll. Kebetulan juga di malam tahun baru, telah diadakan lelang amal ( bersama teman/relasi ) yang hasilnya memang dipersiapkan untuk Ina. jadi kunjungan kali ini bisa membawakan sedikit uang untuk modal, vitamin, susu, pakaian layak pakai dan tentu saja beras. Keseharian mereka hanya makan nasi yang dicampur singkong atau jagung ( padahal sekarang sdg digalakan untuk menghindari diabetes ya ...;) ). dan tentu saja sedikit penyuluhan untuk orang tuanya agar modal dana yang diberikan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga minimal bisa mengkonsumsi empat sehat lima sempurna setiap harinya. Ibunya Ina memang pandai membuat jajanan kecil yang nantinya bisa dijual di pasar setiap pagi, sehingga ada pendapatan tetap bagi mereka. Ini adalah salah satu cara agar mereka bisa memberikan hidup yang layak bagi anaknya dan  tidak tergantung lagi dengan bantuan.
Ina hanyalah satu dari ribuan anak yang kurang beruntung dan luput dari perhatian pemerintah, sehingga apabila bukan kita yang bergerak mengulurkan tangan, siapa lagi yang bisa membantu mereka ? Presiden SBY pernah berpidato bahwa kemiskinan di indonesia sudah berkurang, tapi kenyataannya ? kita semua tahu bahwa banyak disekeliling kita masyarakat yang memang berada didalam garis kemiskinan dan juga keterbatasan pengetahuan, sehingga mereka tidak tersentuh.
Ina, mudah-mudahan bisa jadi anak yang sehat dan ceria seperti anak-anak lain seusianya, engkau adalah penerus bangsa, kelak nanti semoga bisa jadi manusia yang berguna bagi bangsa Indonbesia, amin.
( Foto Menyusul, blm sempat upload )

Resolusi 2013

Semua orang pasti memiliki target yang ingin dicapai setiap pergantian tahun, agar menjadi yang lebih dan lebih baik lagi.Mudah-mudahan di tahun 2013 ini Aku berharap bisa lebih banyak lagi membahagiakan sesama disekeliling kita, Amin.So, Apa Resolusimu di tahun 2013 ini Bloggers ?

Kamis, 27 Desember 2012

Sape'i


Seperti biasa, selalu berusaha menyempatkan diri meluangkan waktu untuk mengunjungi KKSSSS (kost-kosan sangat sangat sederhana sekali) kira2 5 Km dari rumahku, tempat itu dihuni oleh para perantau dari daerah Jatim yang notabene berprofesi sebagai tukang gali, tukang beton dan yg lainnya( Rough laborers ). Tempat tsb sebelumnya adalah kebun kosong milik mertuaku yang dibangun petak2 kecil ukuran 3X3 M² terbuat dari batako  tanpa plester dan bilik bambu berlantai semen dan beratap seng sebanyak 7 petak yg dihuni oleh 7 keluarga ( Sengaja dibuat untuk menampung perantau yang memang berpenghasilan minim ). Mereka menempati tanpa dipungut  biaya sewa, hanya biaya listrik yg mereka bayar secara urunan setiap bulannya.
Sesampainya disana, seperti biasa AƘυ disambut gembira oleh semua penghuni, padahal AƘυ hanya ( Seperti Biasanya ) membawakan Beberapa Kg Beras yang memang aku beli dari dana sumbangan teman dan relasi, untuk diberikan kepada semua penghuni. Tapi ada yang lain dari biasanya, AƘυ lihat salah satu penghuni bernama Sape'i ( seorang tukang gali septic tank berusia sekitar 25thn yang sudah berkeluarga dan memiliki 1 org anak balita, istrinya bernama Nani bekerja sebagai buruh cuci & setrika ) dia duduk di atas batu dibawah pohon sukun dengan tatapan seperti melamun, kulihat istrinya duduk di pintu kamarnya sambil memangku anaknya, akhirnya AƘυ hampiri dia ( Sape'I ) kemudian AƘυ tanya, kenapa dia melamun, dia menjawab dgn lirih dan menunduk, AƘυ lihat matanya berkaca-kaca, kemudian dia memandangku dan bercerita bahwa semalam dia mendapat kabar dari pemulung yang merupakan tetangga di kampung halamannya, pemulung tsb mendapat tlp dari kampung yg memberitahukan bahwa Bapaknya ( ortu Sape'I ) meninggal dunia. Tapi Dia tdk bisa berbuat apa2, jangankan untuk pulang kampung menghadiri pemakaman Bapaknya, untuk kebutuhan sehari-hari saja dia msh harus nge-bon di warung depan karena memang pebdapatannya dibawah standar. Duh..... Miris AƘυ mendengarnya, bila keadaan seperti itu siapa yang perduli untuk membantu ? Yayasan sosial ? hmmmm terlalu banyak memilih persoalan dan calon penerima bantuan, aparat desa ? mana sempat mereka mengurusi yang seperti ini ? padahal sebenarnya, itulah kejadian nyata yang sering terjadi di sekeliling kita. Mudah-mudahan Blog ini suatu saat ada yang membaca, sehingga bisa tergerak hatinya untuk mulai membuka mata, hati dan telinga disekeliling kita, mari ulurkan tangan untuk mereka yang membutuhkan, tanpa perlu harus di blow up selayaknya acara " Charity Artis " yang selama ini kita lihat di Televisi.
At least Sape'i beserta anak dan istrinya akhirnya bisa pulang kampung ( berkat bantuan teman dan relasi yang memang selalu siap sedia untuk diajak bersedekah ) sekalpun sudah tidak bisa menghadiri pemakaman Bapaknya, tetapi maksimal dia bisa menaburkan bunga di tanah kuburan Bapaknya tercinta.
Wahai saudaraku....Roda pasti berputar, tidak mungkin Kamu akan terus dibawah, kelak bila bisa merasakan hidup di "atas" jangan lupa akan sesama di sekelilingmu. Sedikit sedekah dari kita, merupakan perpanjangan hidup bagi mereka.











Beginilah Kondisi KKSSSS

Sabtu, 22 Desember 2012

IBU


Hari ini adalah hari ibu yang dirayakan oleh semua orang di dunia. Betapa besar arti seorang Ibu, betapa hebat Beliau, pernahkah kita membuat Ibu kita Bangga ? pernahkah kita menyenangkan Ibu kita ? atau mungkin  pernahkan kita membuat Beliau meneteskan air mata ? Tahukan kita dengan perasaan Beliau, Mengertikah kita dengan keinginan Beliau ? semua pertanyaan itu pernah ada dalam benak kita, dan jawabannya pun hanya dua Ya atau Tidak. Semua itu bisa dirasakan dengan jelas oleh semua wanita di dunia ini, karena  wanita akan mendapat gelar IBU. Begitu banyak kata yang bisa menggambarkan seorang Ibu. Yang Pasti IBU adalah segalanya bagi kita, sebelum atau sesudah kita menyandang Predikat yang sama.

Dari sekian banyaknya anak yang begitu menyayangi dan menghormati Ibunya, tidak sedikit pula yang lupa akan jasa Ibunya, lihat di panti jompo, begitu banyak penghuninya yang malah tidak pernah di tengok lagi oleh anak-anaknya, lihat di jalanan, begitu banyak Ibu - ibu berusia renta yang masih harus berjuang untuk hidup. Kemana anak - anaknya sudah mereka rawat sejak masih di dalam kandungan ? Sadarkah Kita sebagai anak - anaknya bahwa kita dibesarkan Ibu kita untuk menjadi penjaga Mereka kelak bila telah renta ? sungguh ironis tapi inilah dunia, dunia seorang Ibu. 





Sudahkah Kita memberikan yang terbaik buat Ibu Kita ???