Tadi Pagi ketika aku akan mengunjungi KKSSSS, aku melihat orang berkerumun, aku sempat menepikan mobilku untuk melihat ada apakah gerangan. Ternyata ada seorang anak laki-laki kira kira berumur 13 tahun dengan kondisi basah kuyup dan berlumpur, disebelahnya kulihat sebuah nampan berisi buah-buahan potong yang sudah berantakan. Anak itu menangis ketika beberapa orang pemuda menendangnya, akhirnya Aku berusaha menghalangi orang tsb agar berhenti menendangnya, dan Aku bertanya apa yang terjadi, ternyata anak tsb mencuri Daun pisang disalah satu kebun milik orang tsb. Akhirnya Aku memohon agar anak kecil tsb dibebaskan saja, dan Aku bersedia memberikan kompensasi atas apa yang sudah dilakukan anak itu, akhirnya si pemilik kebun bersedia dan meminta uang 10rb ( Masyaallah....) sebagai kompensasinya dan juga melarang anak itu untuk kembali datang ke wilayah ini. Syukurlah akhirnya anak itu bisa kuselamatkan, Aku mengajaknya masuk kedalam mobilku dan beranjak dari tempat tersebut. Aku antarkan dia ketempat tinggalnya kira-kira 7 km dari tempat tadi. Lokasinya agak sedikit sulit, karena memang termasuk daerah padat penduduk yang mayoritas pendatang dari Jawa. Sehingga tempat tinggalnya-pun hanyalah bedeng-bedeng terbuat dari seng bekas dan triplek tambal sulam. Sayangnya anak itu tidak bersedia Aku antar sampai rumahnya, alasannya biar nanti tidak banyak ditanya oleh Ibunya, Akhirnya aku hanya bisa memberikan nasihat dan sedikit rejeki untuknya.
Dari percakapan yang sempat aku lakukan selama di perjalanan, Aku mengurut dadaku, kenapa hal ini harus terjadi ? seorang anak kecil pedagang buah potong keliling yang sudah tidak memilik Ayah ini harus melakukan perbuatan yang "terpaksa" dia lakukan demi untuk menyenangkan hati Ibunya yang memintanya membeli Daun pisang bila jualannya habis. Dikarenakan Jualan yang tidak habis, anak tsb teringat akan pesan ibunya sehingga terjadilah kejadian itu. Diluar kesalahan yang dibuat anak tsb, coba deh kita renungkan lagi, betapa zaman sudah semakin mengerikan. hanya karena daun pisang, seseorang harus babak belur, sementara para KORUPTOR, yang jelas-jelas sudah menghisap darah rakyat, justru hanya mendapatkan hukuman ringan. Mau dibawa kemana Republik ini ???? Tidak mungkin anak itu melakukan tindakan bodoh bila keadaan ekonominya tidaklah dibawah garis kemiskinan. Hukum rimba justru berlaku untuk orang orang kecil saja, andai saja para Koruptor bisa dibuang kejalanan setelah menjadi tersangka-pun belum tentu akan mendapatkan hukum rimba yang sama.
Sungguh tidak adil...............
Tidak sempet foto


